PROLOG

 

Milyaran tetesan hujan turun membasahi bumi. Hari ini aku sangat letih. Selain harus berlari dengak jarak dua puluh meter sebanyak lima kali saat pelajaran olah raga, aku juga harus berpikir keras untuk lima puluh lima soal fisika dan tiga puluh lima soal kimia serta empat puluh soal matematika tentang integral. Dengan sisa tenaga yang ada, aku terus berjalan menuju halte bis. Aku mendengar banyak orang yang berteriak. Tak tahu apa yang terjadi. Mereka semua melihat ke arah atasku. Aku merasa heran dan ikut melihat ke atas. Ya Tuhan! Ada pohon tua yang sangat besar akan segera jatuh. Aku ada di bawahnya. Aku sangat letih. Tak ada energi untuk lari. Aku hanya mampu berjalan menjauh. Tapi sekarang pohon itu telah berjarak dua centi meter di atas kepalaku. GREK!!

Seseorang mendorongku ke bawah dan membawaku dalam dekapannya. Tangannya dengan kuat menahan pohon itu agar tidak jatuh. Bahkan bergeser ke kanan dan juga membengkok. Takjub. Dalam dekapanya, kurasakan suhu tubuhnya sangat dingin. Aromanya begitu menghanyutkan. Dia bergerak dengan cepat membawaku menjauh dari pohon itu. Aku selamat dan masih bersembunyi dalam dekapanya.

Bagikan :