“KAU??” teriak pria itu sambil melangkah mundur.

Pemuda itu hanya diam dan tanpa diduga perlahan pemuda yang aku ikuti tadi berubah wujud. Senyum evil terukir di bibirnya. Ketika bibirnya dibuka, maka langsung terlihat gigi taringnya yang seperti ingin menghisap darah pria itu. Tunggu! Ada apa dengan kulitnya? Kulit pucatnya yang disentuh sinar mentari terlihat terkelupas lalu menguliti lagi. Kemudian terkelupas dan mnguliti lagi. Begitu seterusnya. Kulitnya seperti akan runtuh dan dibawa bersama mentari yang menyinarinya. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini, mungkin karena dia sering menggunakan kemeja lengan panjang dan memakai topi sehingga aku tidak pernah melihatnya saat sinar mentari menyentuh permukaan kulitnya. Tapi saat ini lengan kemejanya digulung sampai siku. Dia juga tidak memakai topi. Deg, apa yang kulihat? Pemuda itu menghisap darah pria itu seperti sedang kehausan. Dia terus menghisapnya sampai tubuh pria itu kaku dan kemudian retak. Aku menyaksikan semuanya di depan mata kepalaku sendiri. Aku lemas seketika, keringat bercucuran deras dari tubuhku. Aku benar-benar shock dengan kejadian ini. Benarkah apa yang kulihat? Pemuda yang aku ikuti, Dia vampire?? Aku yang bersembunyi di balik pohon segera ingin lari dari tempat yang mengerikan itu. Sulit sekali, rasanya aku ingin terjatuh karena tidak kuat lagi. Tidak boleh aku tidak ingin bernasib sama dengan pria yang terbunuh itu.

Tiba-tiba ponsel pemuda itu berbunyi. Dia mengangkatnya dan berbicara, “Selesai.”

Bagikan :