Aku bisa punah di tangannya. Semua pengawal yang menjagaku sudah kuperintahkan pergi. Ayah dan Kakak laki-lakiku juga sedang sibuk mengangani urusan kerajaan. Kemudian ibu, dia sangat tekun mengurusi urusan istana dalam. Ah, siapa yang akan menolongku kalau dia mengajakku bertarung? Ya Tuhan, semoga saja semua yang kukhawatirkan ini tak terjadi. Kuharap dia tak tahu tentangku dan tak pernah tahu kalau aku mengetahui tentangnya.

Sudah hampir setengah jam pelajaran dimulai. Aku masih diam dalam ketakutan yang sedikit menggelitik. Tidak bisa fokus memperhatikan pelajaran. Aku merasa drakula itu sepertinya juga masih memandangku tajam.

“Hyena!” Suara Pak guru memecah lamunanku. Mungkin dia tahu kalau saat ini aku tidak memperhatikannya. “Coba ulangi kalimat terakhir yang saya sebutkan!”

Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak mendengarnya tadi.

Aku bingung menjawabnya, namun tiba-tiba saja makhluk mengerikan di sampingku ini, menggeser catatannya lebih dekat denganku. Tangannya yang beku dan pucat terlihat kaku sempurna saat menggeser catatannya.

“Emm, matriks A pangkat 3 sama dengan matriks A dikali matriks A pangkat dua, bukan perkalian sebanyak tiga kali.” Jawabku dengan yakin. Makhluk yang kulihat aksinya kemarin ini benar-benar hebat.

Bagikan :