Introduce

Aku berlari turun dari tangga menuju pintu depan sambil menggigit roti tawar dan memegang kaus kaki.

“mati terlambat” pekik ku sendiri

“bunda… dinda pergi” teriak ku sambil menuju motor yang di parkir di depan pagar bersama orangnya yang telah menunggu ku sejak setengah sejam yang lalu.

“iya hati-hati” teriak bunda dari ruang makan

“aduuh an sorry, gue tadi sesak BAB , lo tau gak susah banget keluarnya biasanya gue ga pernah telat kan sorry ya bebh” ujarku memberi alasan

Dia hanya menatap ku sebal sambil menyerahkan helm, melihat moodnya sudah rusak pagi-pagi gara-gara aku, membuat ku menutup mulut dan langsung naik ke atas motornya.

“pegangan” kata pertama yang ku dengar dari mulutnya lalu setelah itu motornya melaju meninggalkan rumah.

“liat ini udah jam setengah 6. Kita bisa terlambat pembekalan tau”

“aah gue kan gak maksud bikin telat juga sih an” ujarku membela diri

Anak itu menutup helmnya kemudian menggas motornya lebih laju, membelah jalan raya Batam yang belum terlalu padat menuju sekolah SMKN 1.

Hari ini pembekalan hari terakhir sebelum kami berangkat menuju PT yang di tuju masing-masing untuk praktek kerja industri selama 6 bulan.

Anak itu memarkirkan motornya di parkiran sekolahan yang sudah mulai terisi penuh.

“kalau aku dihukum gara-gara telat, gak akan ku kasi makan siang kau hari ini” ujarnya sambil berlari kecil meninggalkan ku

Aku terdiam sesaat mencerna kata-katanya lalu kemudian merutuk dirinya dan ikut berlari menyusul dirinya

Tepat seperti dugaannya

Kami benar-benar terlambat upacara apel pembukaan hari terakhir pembekalan.

“apa alasan nya?” tanya guru piket yang pagi itu menjaga lapangan apel

“dia susah buang air besar pak, jadi dia lama di Wc” jawabnya dengan wajah tanpa dosa, sampai-sampai aku terpelongo di buatnya.

Guruku hanya menatap anak itu sebentar lalu menuliskan alasan nya di buku absen.ntah sesuai yang di tulis guruku dengan paparan anak itu aku tak tahu,

“Nama ?” tanyanya lagi sambil menatap ku

“Adinda Pratiwi, Xi Teknik komputer jaringan”jawabku sambil menunduk

“An Azka, Xi Mekatronika 2” ujar Azka sambil pasang muka songong

“silahkan menuju lapangan basket lari keliling lapangan 2 putaran” ujar guruku lalu pergi

“yyak azka, harusnya kau gak bilang kayak gitu” ujarku mrah, bagaimana juga itu alasan yang paling buruk.

“jadi aku harus bilang apa? Aku Cuma dengar kau mengatakan itu tadi pagi di depan rumah mu” jawabnya lagi

Bagikan :