Lalu pemuda itu mematikan mesin motornya, dan membuka helm hitamnya.

”Hai, Tsunade? Pulang bareng yuk….” Pemuda itu mengajak Tsunade dengan lembut. Ternyata Irmawan, dia adalah sepupu Shuu. Keluarga mereka memang gayanya cool semua.

”Ayukkk … ” jawab tsunade yang langsung nagkring si sepeda motor milik Irmawan.

”Afdal aku pulang duluan yach? Bye!” Akhirnya aku ditinggal sendirian.

*Tettt… teetttt… tetttttt…..* terdengar suara angkot meneleksonku.

”Woii … Afdal, ayok pulang,” teriak supir angkot itu. Ah ternyata Armin tukang angkot langgananku, aku pun langsung masuk ke dalam angkot itu yang akan membawaku pulang ke rumah orang tuaku.

Sesampainya di rumah….

Kurebahkan diriku di atas kasur kamar yang empuk, sambil melamunkan wajah adik bawah tingkat yang manis dan cantik itu.

”Satu pasangan tak cukup , dua simpanan juga tak cukup , emang dasar… Emang dasar kamu cacingan….” Terdengar suara nada dering handphoneku ku yang kupasang lagu dari band Wali.

Dering nada dari handphone ku Menyadarkanku dari lamunan. Kulihat handphone ku…

“Wah private number?”

Bagikan :