Terdengar suara laki-laki dari handpone itu marah-marah, ternyata itu suara Ryumaru. Kakak kelas ku, dia mengajakku duel dibawah jembatan dekat
rumahku. Hmmm … mungkin dia marah ingin buat perhitungan denganku karna aku lagi deket sama Hinata.

Ryumaru memang sering kulihat cari perhatian di depan Rize. Yah tapi mungkin karena Ryumaru sedikit brandalan, jadi tak pernah dihiraukan oleh Rize. Hehehe…. Tapi aku males meladeni anak ini, tak kuhiraukan ajakannya. Dan langsung kumatikan handphone ku.

Esok harinya….

Kuberjalan menuju gerbang sekolah, saat melewati perpustakaan sekolah kulihat Rize Armalia berdiri di sana bersama Nindi teman 1 kelasnya.

Langsung kuhentikan langkah dan ku coba sapa mereka berdua: ”Met pagi?”

“Pagi, Kak …” jawab mereka berdua dengan lembut.

Kutatap mata Rize yang indah membuat jantungku berdebar-debar. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku.

”Ayo masuk kelas!” ajak orang itu. Ah ternyata dia Irfan. Irfan adalah sahabat baikku d sekolah ini.

”Kakak masuk kelas dulu yach?” ucapku pada Nindi dan Rize.

”Ya sudah kakak.” Jawab mereka.

Sesampainya di kelas….

Bagikan :