”Ada apa, Kak?” tanyaku. Dalam hati ku mengerti, mungkin mereka mau cari masalah.

”Gak usah pura-pura gak tau deh loe! Gua tau tadi loe nembak Rize, kan?” balas tanya Ryumaru dengan nada keras.

”Kok kakak tau?” balasku penuh tanya.

”Gua nguping pembicaraan loe tadi! Bajingan loe!!!” serunya sangat geram setelah ku bertanya balik. Dan….

*Bukkkkkkk* Dipukulnya wajahku. Aku terjatuh dan mengelus wajahku yang dipukul.

”Awas loe dekat-dekat lagi dengan Rize, kuhabisi loe entar!!!” Ancam Ryumaru. Dan mereka semua pun pergi meninggalkan aku sendirian.

Sesampainya di rumahku langsung masuk kamar, ingin istirahat karena lelah dengan kejadian ini hari. Tapi jika mengingat harapan yang Rize berikan tapi kurasa pukulan Ryumaru tadi gak ada arti sakitnya sama sekali. Hahaha … aku jadi tertawa-tawa sendiri di dalam kamar.

Dan keesokkannya ku bangun dari tidurku, aku menatap hari dan ingin memulai hariku yang baru. Dan melupakan kejadian semalam yang lumayan kelam, karena dipukuli oleh orang songong.

Tapi aku tak kan lupa untuk menantikan jawaban Rize Armalia setelah ia selesai ulangan nanti. Ganbatte Afdal Sanada!!! Seruku menyemangati hariku dan diriku sendiri.

Bagikan :