“Ah membosan kan juga.” Keluhku, sembari mengakhiri chatting dengan seorang teman.

“Hui, Nana kau udah makan? Carii aku makanan dong? Eh bikin mie gelas sono! Lu laper juga kan?” Peritahku pada adik perempuan ku yang sedang asik belajar di ruang tv.

“Apa, Hui? Mulai songong lu? Berani amat lu merintah bos lu?” balas Nana dengan nada kasar.

“Aih, kamfret nih bocah.” Batinku.

Kuhampiri Nana, dan tak lama…

*PLAKKKKKKK*

Aku mencobak menabok kepala Nana, tapi apa yang terjadi? Sungguh miris, ternyanya yang terkena sasaran ampuhku malahan tangan Nana yang telah menangkisnya.

“Busetttttt….” Sergahku dengan sedikit keringatan.

“Huftttt … Bang, kau tau kan, ada 2 hal yang tak kusuka darimu. Pertama aku gak suka kau mengggannguku yang sedang belajar, dan kedua kau mencoba menabok kepalaku.” Ucap Nana, kali ini dengan nada lembut dan lebih bersahabat.

“Eh, etooo~ maaf yak adik ku… A’ a’ a’ aku ke kamar dulu… semoga harimu menyenangkan imouto-chan….” Aku langsung berlari menuju kamar dengan perasaan yang agak gugup.

Bagikan :