Aku bukannya tak berani berkelahi dengan Nana, hanya saja masalahnya akan semakin rumit bila ujung-ujungnya adalah adu mulut, dan hal itu adalah yang paling tidak disukai oleh orang tuaku.

*****
Esoknya….

Hari ini aku akan berangkat ke sekolah, sebelum berangkat orang tua ku menyuruhku untuk mengantak Nana ke sekolahnya.

Sesampainya di sekolah, aku hanya merasa bosan. Bagaimana tidak di tempat ini terlalu banyak wanita. Huh, bukannya apa-apa sih… tapi aku hanya canggung bila harus berbaur dengan mereka. Teringat terakhir kali aku berteman dengan seorang teman sekelasku seorang siswi cantik dan begitu terkenal di Sekolah Menengah pertama dulu, saat ia duduk di sebelahku keringat bingin mulai bercucuran di dahiku turun ke dagu. Sungguh kenangan yang memalukan.

Di sini, di perpustakaan aku menghabiskan bermenit-menit waktu kesendirian. Pasalnya saat ini sedang ada jam oah raga. Bagi seorang yang sangat malas berolah raga mungkin wajar bila aku cabut jam pelajaran, hahaha….

“Ah, gak terasa udah mau berakhir mapelnya.” Pikirku sembari menutup sampul buku cerita yang tadi kubaca.

“Kak Teja, sampai jumpa … assalamu’alaikum.” Ucapku pada kakak petugas perpustakaan sembari berlalu keluar pintu rungan.

Bagikan :