”Sudah lama saya menunggu, dan lagi-lagi salah. Kamu ini bisa bekerja atau tidak, sih? Bagaimana bisa cafe sebagus ini mempekerjakan orang seperti kamu?” bentak seorang Pria tua yang ternyata merasa keberatan akan pesanannya. “ Maafkan saya tuan, maaf…” Pramusaji yang terlihat pucat itu pun hanya meminta maaf dan menundukkan kepala. Hingga seorang pria muda dengan postur badan yang tinggi, berhidung mancung, berkacamata dan berpakaian sangat casual, menghampiri mereka.

“Siapa dia?” tanya Alexa penasaran sambil terus mengamati kejadian.

Suara laki-laki itu lembut sekali sampai dirinya yang duduk di kursi deretan kelima tidak mendengar sedikit pun. Dan tiba-tiba amarah pria tua itu sudah mereda. Ia meminta salah seorang pramusaji membawakan secangkir coklat panas dengan kayu manis untuknya.

Hmmm… dia benar-benar cocok jadi pemimpin, tidak banyak bicara tapi mampu membereskan masalah. Nice guy , ujarnya dalam hati.

Tanpa Alexa sadari, pria tersebut menoleh kearahnya. Dengan kaget dan gugupnya Alexa tertangkap basah sedang memperhatikannya. Sampai-sampai tanpa sengaja tersenggol cangkir cokat panas miliknya kemudian berhujung menyiram rok kerja merahnya.

“Aw… panas… sial…” gumam Alexa seraya membersihkan roknya dengan tangan.

Saat Alexa sedang sibuk membersihkan roknya dengan seadanya, tiba-tiba suara pria dengan nada wibawa terdengar, mengagetkan Alexa.

“Anda tidak apa-apa, Nona?”.

Bagikan :