Dengan kesadaran yang belum seutuhnya kembali Alexa pun meraba-raba letak handphone nya dan dengan sekuat tenaga dibukanya kelopak matanya di lihat layarnya..pupil mata Alexa mengecil dan…

“Ya ampun… aku kesiangan… Mama… kenapa tidak membangunkan aku, Maaa…” teriaknya sekuat mungkin berharap Mama nya mendengar sambil berlari kekamar mandi.

“Udah sakit tenggorokkan Mama bangunin mu, tapi tidak juga bangun. Tidur sudah seperti orang mati saja”

“Akh… mama… hari ini ada meeting, Ma.”

“Ya mana mama tau, kau tidak beritahu mama.”

Alexa pun bergegas berpakaian dan tidak merespon sedikitpun celotehan mama. Yang jelas dalam pikirannya, omelan mama tidak dapat membuat menit melambat berkejar-kejaran dengan jarum detik yang memaksa jarum jam menunjukkan waktu pasti. Diambilnya tas dan laptop kemudian menyambar selembar roti dan pergi.

“ Alexa pergi ya, Ma!” teriaknya sambil menghilang dari pintu.

****

Matahari semakin terik mengeluar sinarnya, membuat Alexa menjadi semakin tak tenang. Ia masih berdiri tak karuan sambil menunggu taxi melintas di hadapannya. Mata dipasang dengan sangat siaga dan kepalanya terus menoleh ke kanan dan ke kiri berharap mendapatkan taxi yang kosong.

Bagikan :