PROLOG

Sejak kecil Arin selalu saja dimanja, diberikan banyak hadiah dan kasih sayang dari semua anggota keluarga. Tapi itu semua tidap pernah cukup untuk membuat gadis kecil itu merasa puas, Arin selalu menginginkan yang lebih.

            Arin tersenyum licik, untuk seorang anak kecil, dia sudah bisa melihat masa depan dan masa lalu seseorang. Salah satu kemampuan khususnya, membuat gadis kecil itu semakin angkuh dan egois. Arin terus saja membuat semua orang menjauhi Andrea—kembarannya.

            “Arin, main yuk.” Andrea menghampiri Arin, dia tersenyum ceria saat Arin menatapnya tidak suka. “Kita bisa main apapun yang ingin Arin mau.” Ujarnya kemudian, masih senyum yang melebar.

            Mengganggu saja! Batin Arin kesal, sampai sekarang dia tidak pernah mengerti semua pikiran dan tingkah laku Andrea. Seakan gadis yang sangat mirip dengannya itu tidak pernah tersinggung dengan perlakuan semua orang, yang selalu mengabaikannya.

            “Tidak mau, Rea membosankan.” Seru Arin dengan angkuhnya, dia sekilas menatap kearah mata hitam Andrea. Tatapan itu terlihat lain, seperti ada sesuatu yang dirahasiakan gadis itu.

            “Ibu, Rea ganggu Arin nih.” Arin berteriak nyaring saat melihat Ibu mendekati mereka, dia langsung memeluk Ibu dengan manja, Arin tersenyum mengejek kearah Andrea yang hanya terdiam.

            Tidak! Bukan itu erkspresi yang ingin kulihat. Batin Arin frustasi, saat Andrea menatap mereka dengan tatapan kosong, tapi bibirnya menyunggingkan senyuman yang membuat siapa saja tahu kalau gadis itu memaksakan dirinya.

            Rea, sudah berapa kali Ibu bilang, jangan mendekati Arin.” Seru Ibu dengan intonasi marah, wanita itu langsung menarik lengan Arin menjahui Andrea. Menjauhi gadis kecil itu bagaikan virus penyakit yang berbahaya.

            Andrea menatap kepergian mereka tanpa membiarkan senyuman menghilang dari bibirnya, tapi kemudian saat gadis itu sudah tidak bisa melihat kedua sosok itu. Senyuman Andrea menghilang, kini tatapannya terlihat menunjukkan kepedihan yang menyayat siapapun yang melihatnya.

Bagikan :