berkas-berkas itu dan memijat pelipisnya perlahan. “Data-data yang kuminta sudah ada?”

            Mike mengeluarkan amplop besar berwarna cokelat dari dalam tasnya, dia memberikan amplop itu pada Rey. “Memangnya kamu punya masalah apa dengan Aulia ?” tanyanya penasaran.

            Rey menggeleng, dia tersenyum kecut saat membaca berkas-berkas itu. “Kau bisa cari tahu tentang Aulia, keluarganya dan teman-temannya, pendidikan, atau apapun itu?” seru Rey, Mike mengangguk dan meninggalkan Rey sendirian, temannya itu terlihat lebih buruk dari kemarin.

            “Aulia, yah…” Mike menghafalkan nama itu, dia kemudian mulai mencari semua informasi yang diminya Rey. Mike bisa saja memberikan informasi yang paslu, dia sering memberikan hal itu pada atasannya yang lama. Mereka tidak akan curiga, sampai pada akhirnya sebelum informasi itu membuat mereka hancur.

            Mike senang melihat kehancuran orang-orang yang memanfaatkan kepintarannya, tapi hal itu tidak berlaku untuk Rey. Pria itu terlalu pintar untuk dibohongi, dan hukuman untuk kebohongan sangatlah menyeramkan.

“Aulia, untuk sementara ini tinggal di kota kecil dekat pantai negara ini, dia tinggal bersama keluarga angkatnya.” Mike berhenti membacakan informasi yang dia dapat, dia menatap Rey yang menatapnya tajam. “Aku tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih lagi.

            Rey memijat kepalanya frustasi, dia terus saja tersenyum kecut.

            “Kak Rey…” suara Arin terdengar nyaring dan ceria, memaksakan Rey tersenyum ceria juga. “Sudah menemukan dimana Rea?” tanyanya.

            “Belum, Arin. Kalau sudah nanti aku bilang, dan temani Aurel. Dia juga sedang dalam keadaan sulit, aku tahu Arin punya kemampuan yang tidak biasa.” Rey melihat senyum Arin mengembang, yah, sejak kecil Arin bisa melihat semua kejadian yang akan terjadi.

            Itu juga menjadi alasan sikap Arin pada Andrea—kembarannya, Arin sudah melihat masa depan Andrea jika mereka tidak bersikap egois padanya. Gadis itu pernah menceritakan hal itu pada Rey, tapi Rey tidak pernah menganggap Arin serius, Rey selalu menganggap itu efek dari penyesalan Arin.

            “Aku tidak mengerti, apa sih yang kalian bicarakan?” Mike tersenyum penasaran, membuat Arin menatapnya tajam dan kejam.

Bagikan :