***

Pagi sekali aku sudah di halte bus. Tujuanku ke Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Hari ini aku akan wawancara di sana, sebagai make up artis.

Setelah berjerih lelah, akhirnya aku diterima di sana. Sebagai make up artis pemeran pembantu atau pun artis pendatang baru yang belum terkenal. Pekerjaan ini aku terima dengan penuh ucapan syukur. Ini adalah pemberian Tuhan. Aku harus hargai baik-baik.

Aku mulai berkenalan dengan orang-orang di sekitarku. Ada Desi, Lisa, Rendi, dan Rico. Mereka adalah teman-teman yang baik. Selalu bersikap santai. Mereka ada yang sebagai penata busana, penata rambut, penata musik dan penata tari. Aku banyak belajar dari mereka. Dan juga belajar dari seniorku. Namanya Nita. Kami memanggilnya Kak Nita. Kak Nita pintar sekali. Dia sudah puluhan tahun bekerja. Mau di tata rias seperti apapun, dia bisa. Kak Nita ini orangnya tidak pelit berbagi ilmu. Aku selalu mengamatinya setiap kali ia bekerja. Dalam hatiku aku juga seperti Kak Nita yang pintar dan sukses di bidangnya. Banyak sekali artist top yang puas bila di make-up Kak Nita. Kak Nita selalu ramah dan sabar. Walaupun kadang kala ada artis yang suka marah-marah. Ada juga yang sombongnya minta ampun. Tetapi Kak Nita tetap sabar dan tetap melayani mereka dengan baik.

Mataku terbelalak ketika ada seorang cowok yang menepuk bahu ku. Waktu itu aku dan teman-teman sedang makan di sebuah mall.

“Kamu Nana ‘kan?” tanyanya menatap mataku.

“Oh, kamu siapa?” Aku balik bertanya.

Bagikan :