“Aku Sandi temanmu,” katanya meyakinkan ku.

“Aku ingat sekarang, kamu adalah Sandi yang suka menarik rambutku,” jawabku tersenyum ceria.

Ah, rupanya waktu cepat berlalu. Sekarang kami sudah 22 tahun. Sandi adalah teman SMU ku dulu. Rasanya baru kemarin, tapi ternyata sudah 5 tahun kami tidak bertemu. Jadi teringat masa-masa sekolah dulu. Sandi itu teman akrab mantan pacarku waktu SMU dulu, Davin namanya. Kok jadinya nostalgia ya.

Davin orangnya gimana ya? Oh ya baru ingat, tampangnya, prestasinya sih biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tapi gombalnya luar biasa. Awalnya aku tidak peduli padanya. Tapi melihat kegigihannya dalam mengejarku. Aku jadi luluh. Mungkin karena waktu itu masih remaja. Jadi belum ada pengalaman kisah asmara. Dirayu kata-kata manis saja, sudah buat hati berbunga-bunga. Davin itu setiap hari mampir ke kelas ku. Sudah aku tolak berkali-kali. Tapi setiap saat pdkt dan cari perhatian. MPO (Minta Perhatian Orang). Sampai habis kesabaranku.

Akhirnya aku pun resmi menjadi kekasihnya. Karena dia selalu cemburu, 3 bulan kemudian kami putus. Aku yang memutuskannya, karena dia tidak boleh aku dekat dengan cowok lain. Termasuk si Sandi ini. Melihat aku bercanda dengan Sandi dkk, dia pun ngambek berhari-hari. Tidak mau bicara dengan ku. Kalau aku tanya kenapa, dia tidak mau jawab. Jadinya kan aku repot juga, kalau setiap saat harus urusi dia. Harus minta maaf terus menerus, kan aku lelah juga. Belum lagi tugas dari guru yang harus aku kerjakan. Aku ini juga butuh me time.

Bagikan :