“Tunggu aku tidak bisa ikut dengan anda. Hmm aku harus …”

“Panggil aku honey, sayang, atau apapun yang kamu mau. Kita memang akan ke kantor,” ucapnya tenang.

“Tapi …”

“Aku pemilik perusahaannya,” ucapnya sambil menatapku.

“APA!” sontak aku menutup mulutku yang tanpa sengaja mengeluarkan pekikkan memalukan.

“Iya, Sayang,” ucapnya lembut.

Pipiku merona dan pangkal pahaku berdenyut … sial.

“Hmm … jangan memanggilku seperti itu,” ucapku gugup.

“Terbiasalah karna aku akan memanggilmu begitu mulai sekarang,” ucapnya tak terbantahkan.

Aku hanya mengangguk sambil mengigit bibirku. Tiba-tiba dia mencium bibirku. Aku merasa dia melumat bibirku lembut.

“Jangan mengigit bibirmu,” ucap Mikail di depan bibirku.

Aku masih diam menatapnya yang menatapku dengan seringai yang makin membuatnya menawan.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :