Namun untuk hari ini sepertinya aku tidak lembur karna tubuhku rasanya kurang fit. Aku yakin ini karna aku kurang istirahat. Sekali lagi, fakta yang membuatku berpikir ulang untuk istirahat. Aku tidak bisa bermanja-manja karna aku bukan orang kaya.

*A*

 

Saat aku pulang, seperti biasa aku melewati sebuah taman sebelum menuju halte bus. Aku menatap aneh ke arah sekelilingku karna taman ini seperti di dekor sedemikian rupa hingga berubah lebih indah. Aku melihat ada rangkaian kelopak mawar merah yang membentuk sebuah hati di tengah taman. Aku yakin akan ada sebuah lamaran di sini. Sangat beruntung wanita yang mendapatkan kejutan ini. Aku duduk di kursi dekat lokasi itu. Rasanya aku ingin sekali melihat lamaran romantis itu. Aku ingin melihat wanita yang beruntung itu. Tatapanku teralihkan saat ada yang menyentuh tanganku. Aku menatap anak kecil yang nampak lucu sekali dengan gaun putih dan rangkaian bunga dikepalanya. Dia tersenyum dan memberikan se-bucket bunga mawar merah kepadaku. Aku bingung melihatnya yang masih memamerkan senyumannya.

“Buatku?” tanyaku kepadanya.

Anak itu mengangguk bersemangat. Aku mengambil bucket mawar itu.

“Terima kasih. Oh ya kau sendiri?” ucapku.

Bagikan :