“Tidak, Chacha sama mommy,” ucapnya polos.

“Oh namamu Chacha, aku Adel. Lalu mommymu ke mana?” ucapku sambil menatap sekelilingku.

“Namaku Anastasya Lalina Ganendla. Mommyku ya kamu, Mom,” ucapnya yang menatapku.

“Hah? Hm kau tersesat ya? Kakak bantu cari mommymu ya,” ucapku bingung.

“Kakak? Mommy kenapa mom menyuluhku memanggilmu kakak?” tanyanya dengan wajah bingung.

“Hah? Chacha, kau memanggilku mom?” ucapku juga bingung.

Chacha mengangguk riang sambil memelukku. Aku yang bingung hanya bisa membalas pelukkannya.

“Mommy ayo ikut Chacha,” ucapnya menarik tanganku.

“Ke mana?”

Chacha tidak menjawabku dan memilih menarikku sampai kerangkaian mawar berbentuk hati. Aku melihat ada sosok laki- laki yang nampak seperti Dewa Yunani. Dia nampak tidak nyata dengan ketampanannya yang luar biasa. Matanya yang kelam dan tajam membuatku terpaku melihat matanya. Dia memiliki hidung yang macung dan bibir yang merah alami. Rahangnya yang tegas dan rambutnya sekelam malam membuat dia nampak sempurna.

Bagikan :