DUA

 

Aku menatap sekelilingku untuk mencari kamera. Aku yakin aku dikerjai. Chacha mengikutiku melihat sekeliling taman. Dia nampak menggemaskan dengan mata bulat dan pipi tembam merona. Aku mengalihkan tatapanku ke arah laki-laki di depanku. Dia masih menatapku tajam. Aku merasa tidak nyaman di bawah tatapannya. Dia seperti menelanjangiku dengan tatapannya.

“Mommy ayo jawab Daddy. Daddy tidak akan bangun kalau mommy tidak jawab,” ucap Chacha sambil memainkan rambutku.

“Ini sebenarnya apa? Apa aku sedang dikerjai?” ucapku sambil melirik ke arah sekitarku.

Laki-laki itu bangun dari tempatnya dan menatapku lekat-lekat. Aku semakin gelisah karna tatapannya. Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa berdenyut di bawah sana hanya karna aku di tatap seperti itu.

“Aku tidak mengerjaimu, Adel,” ucapnya dengan suara seksinya.

“Tapi bagaimana kau tahu aku?”

“Aku sudah beberapa bulan ini melihatmu dan jatuh cinta padamu. Kalau masalah identitasmu, aku menyelidikinya,” ucapnya tenang.

Aku masih terdiam menatap tidak percaya ke arah laki – laki di depanku.

Bagikan :