“Mommy mau menelima daddy kan? Aku ingin memiliki mommy dan mengenalkan mommy kepada teman – temanku. Aku juga mau menunjukkan kepada sekeltalis daddy yang kecentilan itu,” ucap Chacha dengan berapi – api.

“Sekel apa, Cha?”

“Sekertaris, Chacha belum bisa mengucapkan huruf R dengan benar. Aku yakin tadi dia mengucapkan namanya dengan tidak benar. Namanya Anastasya Larina Ganendra. Aku Mikail Ganendra,” ucap Mikail.

“Larina? Namanya?” ucapku takjub.

“Ya namanya sama sepertimu dan mendiang ibu kandungnya,”

“Tuan Ganendra maaf tapi aku tidak bisa karna …”

Tiba – tiba Chacha terisak. Aku menatap panik ke arah Chacha yang menangis dipelukkanku.

“Chacha kenapa?” tanyaku.

“Mommy tidak mau ya memiliki anak sepelti Chacha yang nakal? Chacha janji tidak akan nakal lagi. Chacha juga akan mengulangi 1 jatah pembeli mainan setiap minggunya. Chacha akan lebih lajin belajal. Chacha akan makan blokoli. Chacha juga tidak akan beltengkal lagi sama si bodoh Lolita,” ucapnya sambil terisak.

“ANASTASYA!”

Bagikan :