Mikail meraih tanganku dengan lembut. Aku merasakan kehangatan dari sentuhannya. Aku menyukai sentuhan tangannya di kulitku. Perlahan aku mengikutinya berjalan menuju mobilnya yang super mewah.

*A*

 

Aku hanya diam menatap makanan yang terhidang di meja. Ini makanan mahal yang aku yakin tidak akan pernah sanggup aku beli. Mikail masih betah menatapku yang hanya diam. Aku melihat Chacha yang nampak asik dengan makanannya sendiri. Dia nampak lucu saat bibirnya terkena saus makanannya. Tanpa ragu aku membersihkan bibirnya. Dia tersenyum manis kepadaku dan seketika aku seperti jatuh cinta pada senyumannya. Hatiku menghangat melihatnya sesenang ini. Ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku juga tidak tahu kenapa.

“Makannya pelan-pelan ya,” ucapku lembut.

Aku mengusap pipinya yang tembam dengan jariku. Aku mengalihkan tatapanku kepada Mikail. Aku terdiam saat melihatnya tersenyum lembut kepadaku.

Bagikan :