TIGA

 

Aku hampir gila saat mimpiku selalu tentang Mikail. Aku wanita jal*ng yang tiba-tiba mendambakan sentuhannya di tubuhku. Oh, jangan kira aku memiliki pengalaman tentang hubungan intim. Aku masih perawan dan belum pernah berhubungan dengan laki-laki manapun. Entahlah kenapa aku seperti ini. Aku mungkin terlalu terpukau pada pesona Mikail. Dia memang tampan dan gagah. Tapi demi Tuhan, kami baru bertemu dan tiba-tiba aku menginginkannya! Itu bukan gayaku. Tadi malam setelah makan malam dia dengan jantan menemui kedua orang tuaku dan melamarku secara resmi. Anehnya orang tuaku menyetujui lamarannya dan menerima Chacha dengan baik. Aku meminta waktu untuk melaksanakan pernikahan. Aku tidak mau terlalu terburu-buru karna aku belum mengenalnya. Aku tidak ingin menyesal nantinya. Biar bagaimanapun ini bukan hanya masalah biologis, tapi masa depanku.

*A*

 

Aku hampir berteriak kaget saat melihatnya di depan rumahku. Dia tidak bersama Chacha. Dia menghampiriku dan tiba – tiba mencium keningku. Aku hanya diam terpaku menerima kecupan itu. Mikail langsung menarikku memasuki mobil, namun aku berhenti saat dia membuka pintu mobilnya untukku.

Bagikan :