give me a smile

Katakan jujur, walau itu menyakitkan.

Eka menangis disudut kelas sendiri, memikirkan perkataan seseorang lelaki yang ia sukai  dan dicintainya. Tetapi tidak dengan lelaki itu, eka merasa sangat bodoh dan naif dalam dirinya. Kenapa dengan mudahnya ia menyatakan cinta pada seseorang lelaki.

“mana mau gue suka sama cewek gendut kayak elo!!” perkataan zen didepan teman-temannya. Seseorang  lelaki yang pintar dalam matematika, komputer dan tampaknya lelaki itu adalah lelaki yang cukup pintar dalam segala hal. Beda dengan eka gadis yang gendut, malas,  ceroboh, lugu dan berpikir agak lambat. Kepribadian itu amat bertolak belakang dengan mereka berdua.

Eka menagis tersedu-sedu dengan penghinaan Zen.

“Zen… aku menyukaimu!! Mau ngakk kamu menjadi pacarku??” eka mengingat kembali perkataan bodohnya kepada Zen.

 Bagaimana bisa Eka mengatakan dengan percaya diri, sedangkan ia tidak melihat postur tubuh dan tipe dari seseorang seperti zen. Eka adalah gadis gendut dengan berat 90 kg dengan rambut pendek dan kaca mata yang besar, eka tak pernah malu dengan keadaanya dan penampilannya yang  terkesan modis dan mungkin bisa dibilang cupu, Tanpa mau berusaha dan berjuang dengan segala usahannya.

Bagikan :