Mendengar perkataan seperti itu hanya membuat eka diam dan tak bisa berkata apa-apa, karena eka terlalu lemah dan takut. Entah apa yang sangat ditakutinnya, yang jelas tak ada gunannya lagi untuk berada bersama Zen.  Eka terus berjalan pergi tanpa mendengarkan mereka semua, tetapi sesekali eka melihat kearah Zen yang terus sibuk dengan PSP kesayangannya itu.

Dalam lubuk hatinya tentu eka merasa sakit dengan apa yang ia dengar dari orang yang ia suka. Tapi entah mengapa untuk membenci dan bahkan berhenti menyukainya eka susah untuk  melupakan, apakah pantas untuknya mendapatkan rasa sakit yang ia tak tahu harus sampai kapan merasaan hal yang sebenarnya tak ingin ada. tapi kenyataannya dengan tubuh yang bulat, pipi yang tembam, rambut yang pendek dan kaca mata yang besar bahkan membuat eka tak akan ada pernah dipandang sebagai gadis yang ingin dimiliki.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Download Full via GooglePlay : Download

Download Preview via GooglePlay : Download

Bagikan :