“Mmaaf!! Zzenn, buat kau merasa tak nyaman berada didekatku.” Ucap eka pelan, walau pun pelan Zen masih bisa mendengarnya dan seolah binggung dengan ekspresinnya.

“kau tak makan Ka??” ucap Anwar yang merupakan ketua tim basket dan sekaligus teman eka  waktu SMP dulu.

“hehehe!! Tidak lapar An.” Ucap eka yang menyembunyikan perasaan lapar dan perut yang sudah keroncongan.

“apa kau sedang diet??” ucap anwar penasaran.

“tidak, aku sudah makan tadi saat kau belum disini.” Ucap eka dengan ekspresi berbohong yang tampak terlihat jelas.

“kruukkk” sebuah panggilan alam tampak terdengar begitu jelas sampai ditelinga Anwar.

“hahaha!! Apa kau mendengarnya ka!! Suara cacing-cacing yang meminta makan.” Sambil melirik eka yang sedari tadi memperhatikan makanan Anwar.

Kini muka Eka jadi merah padam, mendengar perkataan Anwar dan kebohongan yang ia tahu tak akan berhasil dengan temannya itu.

“aku tau siapa dirimu ka?? Kau tak akan bisa berbohong padaku, makanlah!! Jadilah dirimu sendiri dan jangan dengarkan kata orang lain.” Ucap Anwar yang mengerti perasaan temannya saat ini, menurutnya, tak akan ada satu wanitapun yang akan merasa tenang dan sabar saat dirinya diperolok karena kelebihan berat badannya.

Bagikan :