“ttapii!!” “makanlah, apa kau mau membuat khawatir aku dan sarah yang pergi entah kemana??” ucap Anwar yang kini kembali murung.

“An?? Apa kau tulus mencintai sarah??” ucap eka yang melihat ekspresi Anwar yang berubah saat membicarakan sahabat satu-satunnya yang eka punya disekolah ini,

“kenapa kau menanyakannya?? Hahahha!! Habiskan makananmu itu gembul” ucap Anwar sambil mengacak-acak rambut eka.

“yakk!! Kebiasaanmu tak pernah hilang sampai kapanpun” ucap eka kesal dengan yang dilakukan oleh temannya itu.

“hahahaha!! Kau lucu jika sedang marah.” Melihat eka yang kesal dengan menggembungkan pipinnya dan makin terlihatlah seperti balon yang mengembang.

Zen yang melihat eka dekat sekali dengan Anwar kesal sambil memajukan bibirnya.

“apa-apaan itu, memamerkan persahabatan didepan umum!! Apa yang menyenangkan.” Sambil kembali konsen dengan PSPnya. Namun, kadang sesekali Zen melirik kearah eka dan Anwar yang semakin dekat.

“dasar tebar pesona!” ucap Zen kesal pada Anwar yang tak pernah berubah, bahkan saat dia masih SMP sekalipun.

Bagikan :