“cihh, kau mau makan?? Tak lihatlah dirimu yang sudah menyamai patung itu.” sambil menunjuk sebuah patung gajah kecil yang ada ditaman sekolahnya itu. entah dari mana datangnya Zen yang tiba-tiba sudah disamping eka dan anwar.

Mendengar perkataan Zen, eka menghentikan aktivitas makannya dan diam tak melakukan apapun.

“kenapa kau selalu mengurusi orang lain Zen?? apa kau tak punya kerjaan selain menggangu orang, ahah!!” kesal Anwar, apalagi melihat eka yang benar-benar tak nyaman dengan keberadaan Zen.

“lanjutkan makanmu!! Jangan perdulikan dia” ucap Anwar sambil menyodorkan mangkok yang berada didepan eka.

“triiima kasih An.” Ucap eka agak gugup. “kau makan segitu?? Kemana tempat makanmu yang sebesar baskom??” ucap Zen dengan sinis.

Eka ingat benar saat bel istirahat dengan bersemangat dirinya mengeluarkan kotak makan siang yang sudah disiapkan oleh ayahnya itu. dengan nasi goreng dengan dua telur mata sapi, empat sosis dan tiga naget dan tak lupa juga minuman penutup susu coklat yang lezat itu.

Bagikan :