Alana mencium lembut pipi putranya yang gembil,setelah yakin bayi kecilnya sudah terlelap pelan-pelan dia baringkan sang putra di ranjang besar miliknya.Ranjang besar yang sejak awal pernikahan hanya dia miliki seorang diri.Sejak kejadian itu Ziovan tidak pernah menyentuhnya,bahkan untuk datang kerumah besar milik mereka pun hanya sebulan sekali karena dia harus mengantar Alana check up ke dokter kandungan.

Dan itu semua sudah cukup,sangat cukup mengingat Ziovan sejak dulu selalu mengacuhkannya dan menyakitinya.Entah apa yang membuat Ziovan seperti itu padanya,apa karena rasa bersalahnya.Entahlah padahal saat awal-awal kedekatan mereka Alana selalu merasa dicintai olehnya.Hingga Alana tidak mampu untuk melepaskan diri.Meskipun pada akhirnya ia selalu membohongi perasaannya.

“Mbak….Rangga sudah tidur….??”suara wanita yang sudah sangat dikenal Alana tiba-tiba membuyarkan lamunannya.

Alana tersenyum,lalu menatap buah hatinya hangat.”Sudah bu…..”jawabnya singkat.

Ibu pun menghampirinya dan duduk disebelah Alana.Ibu tersenyum melihat sang cucu yang sudah tertidur lelap.Aura kedamaian terpancar

Bagikan :