“Iya sayang….”ibu tersenyum lemah.Dia pun beranjak dari ranjang Alana.”Mbak juga istirahat ya…Selamat malam….”

“Selamat malam bu….”

Sepeninggalan Ibu,Alana ikut berbaring dengan bayi kecilnya.Dia amati lagi wajah putranya yang tertidur lelap,dan mempelajari garis wajah nya.Hidungnya yang mungil,pipinya yang gembil,alisnya yang sedikit tebal juga bibirnya yang berwarna merah muda.Untuk ukuran laki-laki bulu matanya memang sangat lentik,dan jika dia membuka matanya terdapat sepasang kornea berwarna hitam kehijauan.Dan itu adalah ciri khas seorang Ziovan yang berdarah campuran Jerman.

Alana menghela nafas lelah.Dia pun memejamkan matanya.Memikirkan bagaimana nasib putranya kelak.Sampai saat ini Zio tidak membalas pesan atau mengangkat teleponnya.Apa yang sedang dilakukan lelaki itu.Bukankah dia tahu bahwa Alana akan segera melahirkan.Mengapa disaat Alana ingin melahirkan dia menghilang begitu saja.Apakah dia akan pergi selama-lamanya.

Mengingat kemungkinan bahwa Zio bisa saja meninggalkannya membuat Alana sesak.Kembali untuk kesekian kalinya dia menangisi lelaki itu.Lelaki yang sejak delapan tahun lalu dia kenal.Alana sangat mencintai lelaki itu.Semua rasa sudah pernah dia rasakan,dia adalah lelaki pertama yang

Bagikan :