“iya hana sayang,dan Daniel juga bersikap sopan sama mama dan bahkan tadi Daniel bantuin mama loh menyiapkan sarapan. Oh ya nak Daniel,si hana mah boro-boro mau bantuin mama nyiapin sarapan,nyuci piring sehabis makan aja gapernah-“

“YAUDAH HANA MAU BERANGKAT SEKARANG AJA !” kupotong kalimat mama yang pasti akan terus berlanjut hingga telinganya merasa panas.

“loh emang kamu gak sarapan ?” sahut Daniel yang sedang memakan roti panggang.

“GAK,UDAH KENYANG SAMA OMELAN KALIAN SEMUA !”

Aku langsung berlari dan bisa kudengar papa menyuruh Daniel untuk mengantarku kesekolah,dan berpesan hati-hati. Dalam hati aku mencibir papa belum tau saja kalau dia naik motor !

“ayo naik,cepat !.” seru Daniel.

“gak mending aku jalan sendiri aja.”

“disaat masih pagi gini ? masih agak gelap loh,kamu yakin ?.”

“YAKIN 100%”

“yasudah,tapi denger-denger nih yaa,ada hantu yang suka menculik anak-anak yang jalan sendirian pagi-pagi. Sudah ya aku duluaan.”

H h hantuu ? (tolong jangan mengejekku,walau aku keras kepala,aku tetap takut pada hantu)

“eh,yasudah aku ikut denganmu,tapi jangan ngebut,kalau kau ngebut ku cungkil matamu hingga kau terpaksa memakai penutup mata seperti bajak laut !” ancamku.

“keputusan bijak nona hana,sekarang silahkan naik.”

Selama diperjalanan suasana agak canggung dan pada akhirnya Daniel menanyakan hal yang selama ini aku hindari.

“Hana,kau suka pada laki-laki bernama reyhan itu ?”

Diam. Hanya itu yang kulakukan.haruskah aku menjawab pertanyaan yang membuatku merasa mati suri setiap saat ?

“Kau mau menyerah atau tetap berjuang ?” lanjut Daniel

“apa maksudmu ?”

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :