“ya,terima kasih yeshika.”

Ya setidaknya aku sudah lepas dari perangkap cinta dan aku yakin tak akan ada air mata lagi yang kubuang hanya untuk cinta.

Tak akan pernah lagi.

Namun sekejab kata-kataku sirna. Ya esoknya aku melihat dengan jelas. Reyhan dengan yanti. Sedang bersenda gurau. Kulihat raut wajah reyhan yang begitu bahagia. Dan pancaran mata reyhan yang seperti seseorang yang mendapatkan celana dalam wanita. Berbinar-binar. Dan kebetulan aku ingin melewati mereka karena aku ingin buang air kecil. Sudah tidak bias ditahan lagi ><

TIDAK ! dia pasti bisa melewati neraka seram itu ! ya pasti ! yang kulakukan hanya jangan menoleh !

“hana,sini ikut main” ajak yanti.

DEG ! sanggupkah diriku ? ah, pasti aku sanggup. Bukankah aku sudah menutup pintu hati ini ?

“ah iya”

bagus hana,dan sekarang kau hanya akan bertambah sakit hati karna itu ! tuhan kumohon,berikan aku malaikat pencabut nyawa yang siap mencabut nyawaku sekarang juga ! kumohon !

selagi aku sibuk diam mengutuki diriku sendiri,ntah siapa langsung menarikku pergi.

Siapa dia ? dilihat dari pakaiannya dia bukan dari sekolah ini.apakah ini artinya doanya terkabul ? bisa kudengar jeritan kecil yanti yang kaget karna melihatku ditarik secara paksa.

Akhirnya tangan yang menarikku ini terhenti. Lebih disebut berhenti berlari. Dan aku ternyata dibawa ke belakang sekolah.

“KAU BODOH YA,MEMBIARKAN DIRIMU TERSIKSA KETIKA MELIHAT LELAKI YANG KAU SUKA BERSENDA GURAU DENGAN GADIS LAIN,APA KAU

TIDAK PUNYA OTAK ?!”

Aku terdiam.diam,diam,dan diam. Kurenungi semua perkataannya. Apa maksudnya ? aku tak menyukai reyhan. Tapi ku akui,aku memang bodoh.ahh mengapa nasib cintaku tak pernah seindah dalam cerita dongeng ? tak seromantis sinetron di tv ?

“hey kau kenapa ? kau menangis ? ah maafkan aku,aku memang sering berkata kasar jika sedang emosi.hey,kau kenapa ?”

Bagikan :