“Tapi menyenangkan kan?” Mama masih berusaha memancing anaknya berbicara. Beliau akan sangat senang sekali kalau Kenneth bisa menyesuaikan diri dengan sekolah dan kehidupan yang baru. Kehidupan yang tentunya berbeda dengan kehidupannya yang dulu. “Udah punya teman?”

Kenneth menggeleng. Dari dulu dia memang pendiam dan hanya punya sedikit teman. Di sekolahnya yang dulu, teman- temannya hanya tahu namanya adalah Kenneth Austen Joseph, siswa dengan prestasi cemerlang dan pendiam. Itu saja.

“Kau pasti bakal punya teman banyak.” Mama terdengar ceria, menyemangati anaknya. “Anak- anak di sini baik- baik, kok.”

Kenneth kembali menggeleng. Menurutnya, sekalipun anak- anak sini baik, dia gak berharap banyak. Toh, sekolahnya tinggal delapan bulan lagi.

“Anyway….” Kenneth teringat sesuatu, “Mobil di depan rumah kita punya siapa?”

“Punya kita. Mama baru beli. Kebetulan tetangga sebelah ada yang jual mobilnya. Lumayan murah dan masih bagus.”

Mendengar itu, Kenneth mencibir, “Paling seminggu lagi tu mobil mesti menjalani rawat inap di bengkel.” Dia suka sebel sama kelakuan mamanya yang satu ini. Hobi banget beli barang bekas. Sampai- sampai, mobil yang notabene sepuluh tahun lebih tua darinya dibeli juga.

        “Berarti besok bisa antar aku dong?” wajah Kenneth berubah ceria.

        “Tumben manja? Kan enak naik sepeda, sekalian olahraga. Biar sehat,” mamanya mengerling lucu.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :