Sekali lagi, Kenneth menghela nafas. Sekolah ini berbeda dengan sekolahnya yang dulu.

“Kenneth, ini kelasmu. Semoga bisa menyesuaikan diri ya,” Pak Kepala Sekolah menepuk pundaknya setelah beliau berbicara dengan guru yang sedang mengajar di kelas itu. Kemudian beliau meninggalkannya yang berdiri terpaku di depan pintu kelas.

“Hei anak- anak! Cobalah tenang sedikit,” kata guru Matematika yang mengajar di kelas itu. Kelas itu mendadak heboh melihat sesosok cowok ganteng melangkah masuk ke kelas. Well, dengan tubuh atletis dan jangkung plus kulit putih dan wajah tirus dengan mata bulat sempurna, hidung mancung, dan dagu yang sedikit terbelah, dia bisa dibilang tampan.

“Sekarang, perkenalkan dirimu.”

“Well, saya Kenneth Austen.” Kemudian dia terdiam lagi. Entah kenapa dia mendadak beku diantara murid- murid yang menatapnya penuh rasa ingin tahu.

“Pindahan dari mana?” celetuk seorang anak setelah beberapa menit Kenneth terdiam.

“Em, dari SMA Syailendra Jakarta.” Pernyataannya membuat seluruh kelas heboh lagi.

“Wah, kita punya teman lagi dari Jakarta,” celetuk siswa lainnya. Nada bicaranya seperti terlalu senang karena bisa bertatap muka dengan Taylor Lautner.

Mendengar itu, Kenneth makin beku, gak tahu mau merespon apa. Untung Pak Guru segera menginterupsi mereka.

Bagikan :