Untuk malam ini, aku akan membuat sup ayam. Aku tahu Rafi sangat menyukai sup ayam, jadi aku berharap dia akan senang jika pulang nanti. Setelah selesai memasak dan menata meja makan, aku memutuskan untuk mandi. Selesai mandi, aku menuju kamar Rafi. Ya, walaupun kami resmi menjadi pasangan suami dan istri 6 bulan yang lalu, kami memiliki kamar masing-masing. Dan setiap hari kalau dia sedang tidak ada, aku akan membersihkan kamarnya. Di kamar suamiku, terlihat beberapa kertas berserakan di dekat meja kerjanya. Ku rapikan kertas-kertas itu, lalu aku membersihkan tempat tidurnya sampai sprei kasurnya sangat kencang. Bantalnya ku susun dengan rapi, selimutnya ku lipat dan ku letakkan di sudut tempat tidurnya. Setelah selesai, aku hanya tinggal menyapu sedikit dan membuang sampah dari kamarnya.

Pukul 8 malam, aku masih menunggu Rafi di ruang keluarga sambil menonton TV. Tiba-tiba perutku berbunyi. Lapar sekali… Sebenarnya aku ingin menahannya agar bisa makan berdua bersama Rafi, tapi sepertinya dia pulang larut lagi malam ini. Jadi aku putuskan untuk makan duluan. Setelah selesai makan dan mencuci piring kotor, aku mengambil laptop yang ada di kamar dan duduk kembali di meja makan. Selagi menunggu Rafi pulang, aku akan mengerjakan beberapa tugas kuliahku.

Ku rasakan tubuhku terguncang-guncang. Ku buka kedua kelopak mataku yang terasa berat. Ternyata Rafi yang membangunkanku. Tunggu dulu, kapan aku tertidur?

Bagikan :