Keesokan paginya, aku dan Rafi sedang sarapan berdua. Setiap makan berdua dengannya, situasinya selalu canggung. Kami hanya saling diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Padahal seharusnya pasangan suami istri selalu membicarakan sesuatu pada saat seperti ini. Aku pernah mencoba menanyakan tentang pekerjaannya saat kami sedang makan berdua, tapi dia malah marah dan bilang kalau dia tidak suka berbicara saat makan karena menurutnya itu tidak sopan. Dari kejadian itu, aku jadi tidak berani mengajaknya bicara saat sedang makan lagi.

“Sudah. Aku mau berangkat. Kamu ga kuliah ?” Tanya Rafi kepadaku tanpa menatap wajahku saat berbicara.

“Jum’at. Aku ga ada jadwal.” Jawabku.

Rafi mengangguk, lalu setelah mengusap bibirnya dengan serbet dan meminum segelas air, Rafi langsung berdiri dengan menenteng tas kerjanya. Aku bangkit dari kursi dan berjalan mengikutinya dari belakang sedangkan ia menuju mobilnya di garasi dan memanaskan mesinnya.

“Aku berangkat.” Katanya.

“Hati-hati di jalan…” Rafi langsung masuk ke dalam mobil dan pergi.

Bagikan :