Alicia tahu, bahwa perkataan ibunya memang benar-benar mengoyak, tapi tidak bisakah Stefan terus mengejarnya. Meski terdengar egois, tapi Alicia benar-benar mencintainya.

“Aku mau tidur. Ada lagi yang ingin kau sampaikan?” Tanya Stefan mencoba mencari pertanyaan lain. Ia takut air mata gadis yang ia cintai itu meluncur jatuh membasahi pipinya.

Stefan takut jika nanti ia akan lepas kontrol dan memeluk tubuh Alicia, Stefan memang mencoba menghilangkan nama gadis itu dari dalam hatinya, menggantinya dengan apapun yang akan membuatnya bahagia, atau justru membiarkan ruang di dalam sana kosong.

“Tidurlah. Aku menyesal bertemu kau hari ini.”

Alicia berbalik, seiring air matanya terjun membasahi pipinya. Ia kecewa mendapat pertanyaan serta perlakuan yang tidak terpikirkan oleh dirinya sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, Alicia membawa luka setelah bertemu dengan pria itu, gadis itu berlari tanpa memperdulikan Marc yang memanggilnya untuk membuat Alicia berhenti.

Sementara Stefan yang masih di depan kamarnya menatap Alicia dengan sorot terlukanya, demi Tuhan Stefan ingin memeluk gadis itu jika ia bisa, dan jika itu adalah haknya.

“Maaf, Alicia.” lirih pria itu tanpa suara, ia ingin masuk kedalam kamarnya, namun berhenti saat seseorang menyentuh bahunya.

Anna. Gadis itu menatap Stefan mengerti, “Aku tidak tahu bagaimana membuatmu dan Alicia bersama lagi, Stefan!”

“Tidak apa-apa, Anna!” Stefan menggelengkan kepalanya seraya tersenyum pada Anna.

“Tapi Stefan, Alicia tadi … menangis!” Rasanya Anna takut-takut memberi tahu Stefan soal Alicia barusan.

“Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti temanmu, Anna! Aku hanya—“

“Aku paham!” potong Anna.

Anna cukup tahu bagaimana cinta Stefan pada Alicia, laki-laki ini tidak mungkin rasanya akan menyakiti sahabatnya, meski … hari ini Stefan melakukannya, tapi Anna tahu Stefan tidak bermaksud.

“Dan aku cukup tahu diri untuk sekarang, Anna!’

Stefan tidak bermaksud menyakiti gadis itu, ia tahu diri untuk tidak mengharapkan gadis itu kembali padanya, meski kenyataan tak semudah apa yang diucapkannya sekarang, tapi, mengingat perkataan ibunya tempo hari lalu membuatnya jatuh seketika.

Wanita itu benar, pria tidak berguna sepertinya tidak akan pernah bisa bersanding dengan sosok sempurna seperti Alicia.

Meski beberapa kali ia mengelak, tapi tetap saja. Ia memang pria yang cacat, pria yang tidak berguna, jika ia bersama Alicia gadis itu tidak akan pernah bisa bahagia dengannya. Alicia akan selalu menangisi Stefan yang tidak berguna.

Bagikan :