Keesokan harinya.

Aku butuh udara segar, aku naik keatap sekolah dengan sempoyongan, lagi-lagi mimpi itu.. membuat ku terbangun dimalam hari dan berhasil membuat ku terjaga sepanjang malam.. angin nya begitu kencang pikir ku.. aku mendekati tembok untuk melihat pemandangan bawah sekolah..Aku meniup kedua tangan ku memberi kehangatan untuk diriku sendiri, sungguh aku merasa seperti orang bodoh yang menaiki atap sekolah di musim dingin seperti ini..aku larut dalam pemikiran ku tanpa menyadari ada seseorang yang lebih dulu berada di atas atap dan memperhatikanku.

Aku terdiam beberapa saat, ntah sudah berapa lama aku terdiam memandangi pemandangan sekolah dengan tatapan kosong.. namun aku segera menyadari nya dan satu hal yang ada dipikiran ku, aku harus segera turun agar tidak terus larut dalam pikiran aneh ku.. setidak nya aneh bagiku…. [atau aku hanya terus menyangkal nya ?]

“Yuki chan !!” suara haruka mengagetkan ku, dia berlari disepanjang koridor menghampiri ku, aku tersenyum melihat senyum ceria terpampang di wajah nya, senyum yang menular batin ku. “ kamu kemana saja ?” tanya haruka tanpa meninggalkan senyum ceria nya. “aku…aku habis berjalan-jalan mencari udara segar” jawabku terbata..”besok pagi jangan lupa yah.. aku sudah tidak sabar, eh kamu sudah makan ? aku belum.. ayo kita ke kantin” tanpa menunggu jawaban ku, Haruka menarik tangan ku menuju kantin, aku hanya pasrah mengikuti dengan senyum yang ditular Haruka kepada ku..

“yuki chan, menurut mu bagaimana pendapat mu tentang Tsubasha Key?” tanya haruka to the point setelah kami mendapat kursi untuk duduk

Bagikan :