“enak saja !!” sahut Haruka sewot dan kembali merebut makanannya.. aku memasang wajah cemberut yang tentunya tidak lah sungguhan dan kembali tersenyum ramah menatap haruka.. “haruka-chan..” panggil ku sambil kembali terfokus pada makanan ku namun kini seakan selera makan ku berubah “iya aku tahu..” sela haruka tanpa mendengarkan lanjutan kalimat ku..”aku tahu yuki-chan..kamu tidak suka melihat ekspresi kesedihan atau sejenis nya kan ? gomen-ne..*aku minta maaf*” seperti seakan bisa membaca pikiran ku seketika itu juga wajah haruka kembali bersinar dengan senyum manisnya..aku pun tersenyum melihat perubahan ekspresi nya yang begitu cepat tapi setidak nya itu membuat ku lega.

Key berjalan melewati meja kami, sungguh sangat kebetulan pikir ku.. hei kau Key tsu.. apapun nama belakang mu, ingin rasa nya aku memanggilnya dan meminta dia menyadari ada sesosok gadis cantik seperti haruka sedang megagumi nya.. asal dia tahu kalau haruka juga gadis populer dan banyak disukain anak laki-laki disekolah ini, harusnya dia merasa beruntung..tanpa sadar aku melemparkan tatapan tajam namun segera aku sadari saat dia menoleh ke arah ku, aku terkaget dan langsung mengubah ekspresi ku secepat mungkin mengganti senyum termanis dan teramah agar tidak terjadi kesalahpahaman, aku sangat sangat menghindari yang nama nya suatu pertikaian atau konflik karna aku bukan lah seseorang yang mau repot dengan suatu masalah, selain itu.. bisa di bilang aku adalah hard thinker atau pemikir berat, aku bisa menjadi sangat pemikir keras jika mengalami satu masalah. Aku menoleh kearah haruka, bisa ku lihat haruka yang langsung menundukan kepala terlihat malu dan salah tingkah. Sebuah kursi disebelah tergeser, secara kompak aku dan haruka menoleh melihat siapa orang yang akan menduduki tempat itu.. siapa

Bagikan :