sangka seorang tsu key lah yg menduduki nya, haruka melonjak kaget dan terlihat wajah bingung di wajah key.. “gomen” kata nya “apa aku mengejutkan mu?” tanya key melanjutkan, aku memiringkan kepala tanda bingung.. mau apa dia duduk disini ? dan juga apa dia berniat makan bersama kami ? otak ku di penuhi pertanyaan demi pertanyaan.. “oh tidak.. tidak..” jawab haruka terbata.. “apa aku boleh bergabung” lanjut key tanpa memperhatikan orang-orang sekeliling yang berbisisk-bisik melirik kearah meja kami, mungkin mereka terkejut dengan tindakan key.. maklum saja, biasa nya key selalu makan dan duduk sendiri.. menyendiri seperti menghindari peradaban yang ada, menghindari suatu percakapan dan selalu pergi tanpa alasan jika seseorang datang menghampiri.. kejam bukan ? aku heran mengapa bisa ada orang yang bertahan hidup seperti itu. Haruka memperbolehkan key bergabung dengan kami, meski begitu suasana nya menjadi berbeda.. terasa begitu canggung.. aku hanya menyuapi tiap makanan ku dalam diam.. hah !! suasana yang paling ku benci.. gerutu ku dalam hati.. “ada apa tsu..Key?” tanya ku melewatkan nama belakang nya tanpa basa basi dengan nada selembut mungkin menahan kebosanan ku dalam diam, haruka terlihat kaget dengan pertanyaan ku..aku menoleh ke arah haruka yg terkaget dan menatap nya acuh..key mengangkat wajah nya menerawang wajah ku.. “kenapa?” aku mengulang kalimat ku lagi..dia hanya mengangkat bahu nya seoalah tidak tertarik menjawab pertanyaan ku, aku merasa kesal dan bangkit dari tempat duduk ku “haruka aku sudah selesai.. aku duluan yah” pamit ku tanpa basa basi.. [sungguh aku hanya tidak suka berada di tempat dimana tanpa ada suatu candaan dan obrolan.. aku takut] suara kecil itu lagi ? aku berjalan cepat ingin segera pergi dari kantin secepat mungkin.. aku menuruti kemana langkah kaki ku berlari.. tanpa aku sadari aku sudah berada di

Bagikan :