PROLOG

Ketika cinta tak memandang setatus, segalanya menjadi terlarang bagi cinta.
Ketika setatus menjadi masalah, apakah cinta masih sanggup bertahan ?

‘Aku tahu perasaan cinta yang aku miliki ini salah aku tidak memungkiri hal itu, tapi aku juga tidak dapat memungkiri bahwa aku sangat mencintainya. Mencintai dirinya lebih dari yang seharusnya….’

~Author Pov~
Itulah yang selama ini di rasakan oleh seorang Dhika Arya terhadap adik perempuannya yang bernama Cinta Ayra. Pemuda itu mencintai adik perempuannya lebih dari yang seharusnya.
Semua rasa yang Dhika miliki kini jauh lebih berkembang dari saat terakhir kali dia melihatnya, kini adik kecilnya itu telah beranjak menjadi gadis remaja yang menawan. Wajahnya yang semakin cantik dan postur tubuhnya yang kini jauh lebih berisi, membuatnya menjadi perempuan dewasa di mata Dhika, bahkan bukan hanya di mata Dhika tapi di mata semua orang. Gadis itu benar-benar cantik.
Dhika tahu semua ini pasti akan terjadi suatu saat nanti, di mana perasaannya itu tak’dapat di bendungnya lagi. Perasaan seorang pria yang sangat menginginkan sang pujaan hatinya itu menjadi miliknya.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan dari Cambride selama hampir 21 jam Dhika sampai di kota ini. Kota dimana dia di besarkan bersama-sama dengan adik perempuannya itu, kota dimana menyimpan sejuta kenangan tentang adik perempuannya yang selalu datang menghampiri lamunannya di kala dia berada jauh dari kota ini. Kota yang selalu mengingatkan dia akan gadis kecil itu, seorang gadis cantik yang saat ini tengah berlari menghampirinya dan memanggil-manggil namanya…
“Kak Dhika! Kakak,” panggil gadis itu saat dia mendapati sosok Dhika dari kejauhan. “Kangen,” ucap gadis cantik itu di saat dia berhasil memeluk tubuh Dhika.

Bagikan :