Bagian 1

Setelah menara Eiffel Paris, setelah Taj Mahal India, yang indah di dunia ini adalah kenangan..
Entah itu masa dimana ada kebahagiaan atau kepahitan, tapi sungguh semua itu akan terasa indah saat kita mengingatnya.
Tapi bagaimana jika kenangan itu tidak ada?
Bagaimana aku bisa tersenyum mengingat siklus waktu yang bagiku tidak melibatkanku di dalamnya?
Waktu dan dunia yang serentak menjawab ada, tapi hatiku bilang tidak ada.

Aku melewati lorong-lorong sekolah, melangkah sendirian membiarkan pajangan-pajangan di majalah dinding itu memberikan penghormatan karena aku datang paling awal. Lantai keramik ini terlihat kedinginan. Siswa-siswa yang lain belum datang untuk menginjaknya dan membuatnya hangat.

Kebiasaan baikku, datang paling awal. Agar bus yang ku tumpangi tidak penuh dan jejal. Agar menghindari jalanan yang macet. Walau alasanku yang sebenarnya bukan itu. Aku sengaja selalu datang lebih awal agar menghindari orang-orang. Maksudku, kakak-kakak senior dimana aku harus melewati kelas-kelas mereka untuk menuju kelasku yang berada di ujung sana.

Bagikan :