“Apakah kau mendengar sesuatu barusan?” Akhirnya aku menemukan pertanyaan untuk memulai pembicaraan.
“Suara sorakan dari lapangan basket ya?” Clara mencoba menebak jawaban untuk pertanyaanku.
“Tidak, tapi suara gaungan yang menggema, entah itu bersumber darimana, namun begitu jelas terdengar..” Aku mencoba menjelaskan karakteristik suara yang selalu menggangguku itu.
“Tidak…” Clara menggelengkan kepalanya. “Mungkin kau salah dengar Mi…”

Seketika aku tergemap, bagaimana mungkin suara senyaring itu tidak terdengar oleh Clara, bahkan barusan tidak ada seorang pun di kelas ini yang terlihat mendengarnya.

“Kita ke kantin yuk!!” dengan impulsif Clara menarik tanganku agar aku beranjak dari tempat duduk.
“Tapi Ra…” aku menahan tarikan tangan Clara.
“Ayolah… aku lapar…” Si mungil Clara tidak memperdulikanku, terpaksa aku mengikuti langkahnya membiarkan roti peanut butter-ku tergeletak di atas meja tanpa ku sentuh agar memasuki rongga mulut untuk dihancurkan dengan bantuan ptyali dan emylase.

*****

Bagikan :