Aku tidak tau dimana mereka, tentang masa kecilku bersama orang tua atau kerabat terdekat, tentang teman-teman se-SD atau SMP-ku. Hal-hal yang menyangkut bahagiaku atau sebaliknya, semisal peristiwa yang penting. Mereka tidak ada, singkat memang, tak ada lembaran apa-apa, dan kuakui umurku sudah 17 tahun. Mama sering bercerita, tapi tetap saja. Bagaimana aku berada di siklus waktu yang menurutku tidak melibatkanku di dalamnya, waktu dan dunia yang serentak menjawab ada, tapi hatiku bilang tidak ada.

Tanpa kusadari senior yang tadi ada di sebelahku sudah tak ada lagi. Entah kapan ia beranjak pergi, menghilang begitu saja sekilas layaknya dalam hitungan trik sulap beraliran illusionist. Ia tak bicara apapun barusan atau semacam ucapan terimakasih.

*****

“Kau beruntung sekali berada di sampingnya, lalu dapat memandanginya sesuka hatimu…” Pandangan Clara berubah jadi sinis.
Aku terkekeh.
“Memangnya kenapa?”
“Jelas saja kau membuatku iri” Dia menggerutu.
“Kenapa bukan aku yang berada di posisimu…”
“Memangnya kenapa dengan posisiku? Bukannya itu hal yang wajar?” ucapku.

Bagikan :