Aku mulai kesal mendengar omelan Papa-Mama dan komentar Papa tentang Andre. Seenaknya saja mereka memvonis Andre bukan cowok baik-baik. Papa bahkan tak mengenal Andre.

        “Ma, Pa! kenapa sih kalian melarang aku pacaran? Aku kan anak muda, ingin ngerasain bahagia. Papa juga! Memvonis Andre seenaknuya. Papa kan belum kenal Andre!” Akhirnya aku angkat bicara.

        “Kami ngelarang kamu pacaran, ini demi kebaikan kamu.” Sergah Mama.

        “Kebaikan apa? Supaya aku aman kaya orang pingitan yang kuper? Lagian apa salahnya sih ngasih aku kesempatan? Toh selama ini aku nggak pernah melanggar batas kan?” bantahku. Adrenalinku memuncak. Entah apa yang merasukiku sehingga aku berani memberontak.

        “Bukan itu maksud Mama…. ”

        “Tapi itu yang Mama lakukan!” potongku lalu beranjak dari sofa ruang tamu dan menghambur ke kamar.

        Terdengar suara Mama dan Papa memanggilku. Aku tak peduli. Aku terus berlari ke tempat peraduanku. Sesampainya di kamar, aku membanting pintu dan menguncinya lalu menjatuhkan diri di tempat tidur. Ku stel music rock keras-keras. Aku tak peduli ulahku mengganggu seluruh rumah atau tetangga sekali pun.

***

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :