“Emm… Dre, mending kita ketemu di Good Ice Cream and Coffee langsung aja deh, Kamu tahu kan kalau mama-papaku nglarang aku pacaran?” Kataku minta pengertian.

        “Well, kita ketemu di Good Ice Cream and Coffee jam 7 ya.”

        “Iya, Sayang…. ” Kataku setuju.

        Pokoknya nanti malam aku harus bisa keluar, entah bagaimana caranya. Walau aku harus berbohong pada Mama dan Papa.

        Aku sudah dua bulan menjalani hubungan sembunyi-sembunyi alias backstreet dengan kekasihku, Andre. Kami resmi jadian 12 April lalu, tepatnya sepulang sekolah. Sebenarnya aku menyukai Andre sejak kami menjalani MOS. Waktu itu kami bertemu sebagai sesama murid bernasib sial. Kami sama-sama sedang dihukum kakak kelas. Aku dihukum karena terlambat masuk kelas, sedangkan Andre dihukum karena melakukan suatu kesalahan. Sejak saat itu, semua berjalan sederhana. Kami berkenalan, berteman, dan akhirnya jadian.

        Bagiku Andre laki-laki sempurna. Dia tampan, baik, dan cerdas. Tidak sedikit perempuan yang menaruh hati padanya. Namun betapa beruntungnya aku karena hanya aku perempuan yang bisa mendapatkan cintanya.

***

“Emangnya kamu mau main ke mana?” tanya Mama ketika aku minta izin.

Bagikan :