“Aku mau jalan sama Rosa, Ma.” Kataku berbohong. Dalam hati, aku terus berharap semoga Mama mengizinkanku keluar malam ini.

        “Oh, yaudah, tapi pulangnya jangan kemalaman ya.” Pesan Mama.

        Yeesss..!!! pekikku dalam hati. Tak kusangka semudah ini minta izin pada Mama. Aku berusaha terlihat tenang dan biasa saja supaya tidak mencurigakan.

        “Oke, Maa..” Sahutku senang.

***

Lima belas menit kemudian, aku telah sampai di Good Ice Cream and Coffee, tempatku dan Andre berjanji untuk bertemu. Kuedarkan pandanganku ke seluruh restoran mencari dimana pacarku berada. Pandanganku terhenti saat kulihat seorang lelaki yang duduk sendiri di meja nomor tujuh belas yang terletak di luar ruangan. Sepertinya itu Andre. Dan ternyata benar, dia adalah Andre. Dia melambai ke arahku. Aku berjalan menghampirinya.

        Aku duduk di depan Andre. “Aku telat nggak?” tanyaku.

        “Enggak kok, aku juga belum lama disini.” Jawab Andre.

        Andre memanggil seorang pelayan yang kebetulan lewat, kemudian memesankan sesuatu untuk kami berdua.

        “Dua gelas ice cream cokelat.” Andre langsung memesan tanpa bertanya dulu padaku.

Bagikan :