Kurasakan kedua tangan Andre menyibakkan rambut panjangku ke samping dan mengenakan sesuatu di leherku. Aku yakin ini pasti kalung, tapi aku tetap penasaran bagaimana bentuknya.

        “Sekarang, kamu boleh membuka matamu.” Kata Andre kemudian.

        Aku membuka kedua mataku. Ternyata dugaanku benar, Andre memberiku sebuah kalung. Kalung dengan liontin berbentuk hati dan ada engsel di satu sisinya Aku gembira sekali melihatnya hingga ingin meledak rasanya. Aku menduga kalung itu pasti bisa dibuka. Tapi aku tak bisa menebak apa yang ada didalam kalung ini.

        “Sayang, boleh kubuka nggak liontinnya?” tanyaku penasaran.

        “Boleh, Sayang.”

        Perlahan-lahan, kubuka liontin itu. Betapa romantisnya, isi liontin itu ternyata fotoku bersama Andre yang sedang berangkulan. Kami memakai seragam putih abu-abu dan bergaya narsis. Aku ingat foto itu diambil pada tanggal 15 April, tiga hari setelah kami resmi jadian. Sedangkan di bawah foto itu tertulis “Love Forever” yang ditulis dengan huruf Lucida Handwriting.

        “Kamu suka?” tanya Andre.

        Aku mengangguk cepat. “Iya, Sayang. Ini bagus banget. Makasih ya..”

        “Sama-sama, Sayang.” Sahut Andre.

Bagikan :