“A … aku … aku….”

        “Kamu ini! Bikin malu Papa aja!” geram Papa. Aku hanya menunduk pasrah.

        “Heh kamu!” kata Papa pada Andre.

        “Pergi sana!” usirnya.

        “Papa!” ujarku tak terima sekaligus malu.

        “Diam kamu Clara!” bentak Papa padaku, lalu menoleh Andre.

        “Cepat sana pergi! Dan jangan ganggu anak saya lagi!”

        Andre memandangku sejenak. Aku mengangguk, memberinya isyarat supaya menuruti perintah Papa. Kemudian cowok itu segera pergi dari hadapanku dan Papa.

        Malam ini kesenanganku benar-benar kacau. Aku tak menyangka Papa akan memergokiku. Sementara itu aku juga merasa tak enak hati dengan Andre. Pasti dia malu sekali karena kejadian tadi.

        Saat itu juga, aku menjadi peramal dadakan. Aku menerka apa yang akan terjadi beberapa jam lagi setelah aku dan Papa pulang dari restoran ini. Sesampainya di rumah, pasti aku akan diinterogasi semalaman oleh Mama dan Papa. Tak hanya itu, pasti mereka juga akan memarahiku dan mungkin menghukumku. Sepertinya aku harus mempersiapkan mental.

***

Bagikan :