“Dia tak lebih dari itik yang buruk rupa.” Ruvel berguman. Lelaki itu benar-benar menyebalkan. Tidak ingin sekali membuatku senang.

Semua rekan kerjaku sampai terdiam tak menjawab. Takut jika mereka membalas ucapan Ruvel akan dimarahi seperti yang sering Ruvel lakukan. Ruvel itu paling galak melebihi siapapun. Apapun yang tidak sesuai dengan keinginannya, dia akan memarahi siapa saja. Meskipun itu keluarganya sendiri. Aku sampai bingung, dari mana sifat galaknya itu menurun. Ayah dan ibunya saja lemah lembut dan sangat baik.

Pernah waktu dulu, aku menangis karna aku dimarahi olehnya hanya karna aku merusakkan mobilnya saat aku hendak menyetir ke kampus. Mobil lecet kan bisa diperbaiki, tapi kalau hati yang tersakiti? Jangan harap aku akan melupakan semua hal kejam yang dia lakukan kepadaku.

“Dasar monster…” Aku mendesis.

Cukup membuat semua orang mendengar apa yang ku katakan tadi. Semua orang nampak ketakutan mendengar aku mencibir sang presdire. Tapi tidak berlaku padaku. Tidak untuk takut pada orang seperti Ruvel.

Bagikan :