Aku mendecak kesal, mengumpat disepanjang kepulanganku. Membawa mobil yang dibelikan oleh ayahku selang setelah aku membuat mobil Ruvel lecet dulu.

Saat aku sibuk menyetir. Ku lirik ponselku yang berdering, jika dilihat sekilas. Ada nama Mr. Cold yang tertera dilayar ponselku.

“Apa?!” Aku mengangkat dengan ucapan kasar saat Ruvel menghubungiku setelah pertengkaran kecil kami tadi.

“Dimana kau sekarang?” Aku bisa mendengar suara Ruvel yang begitu tenang. Sepertinya, dia sedang ada ditempat sepi untuk menghubungiku.

“Kau tidak perlu tahu!” Aku langsung menutup sambungan telfon kami. Menyebalkan, jika aku harus berbicara dengannya disaat amarahku sedang memuncak. Rasanya aku ingin sekali menjambak rambutnya yang selalu berdiri itu. Sudah seperti rambut ayam saja.

“Dasar Ruvel menyebalkan!” Aku memukul stir mobilku. Berteriak sekencang-kencangnya sambil mengumpat kesal. Tidak apa. Toh tidak ada yang mendengarnya, karna aku sudah memutar musik keras yang entah lagu siapa itu.

***

Bagikan :